Daftar Kecamatan di Kota Solok, Provinsi Sumatra Barat

Berikut 2 Kecamatan di Kota Solok, Provinsi Sumatra Barat, Indonesia yang dilansir poskupangwiki.com dari laman wikipedia indonesia

Editor: Novemyleo
tribun
Tempat Wisata di Provinsi Sumatera Barat 

POSKUPANGWIKI.COM - Daftar Kecamatan di Kota Solok, Provinsi Sumatra Barat, Indonesia

Berikut 2 Kecamatan di Kota Solok, Provinsi Sumatra Barat, Indonesia yang dilansir poskupangwiki.com dari laman wikipedia indonesia :

1. Kecamatan Tanjung Harapan

2. Kecamatan Lubuk Sikarah

Kecamatan Tanjung Harapan

Kecamatan Tanjung Harapan memiliki 6 kelurahan : 

1. Kelurahan Kampung Jawa

2. Kelurahan Koto Panjang

3. Kelurahan Laing

4. Kelurahan Nan Balimo

5. Kelurahan Pasar Pandan Air Mati

6. Kelurahan Tanjung Paku

Kecamatan Lubuk Sikarah  

Lubuk Sikarah adalah sebuah kecamatan di Kota Solok, Sumatra Barat, Indonesia. Kecamatan ini terletak pada posisi geografis di 100°27'-101°41'BT.

Kecamatan Lubuk Sikarah memiliki 7 kelurahan 

1. Kelurahan VI Suku

2. Kelurahan IX Korong

3. Kelurahan Aro IV Korong

4. Kelurahan Kampai Tabu Karambia

5. Kelurahan Simpang Rumbio

6. Kelurahan Sinapa Piliang

7. Kelurahan Tanah Garam

PROFIL KOTA SOLOK

Kota Solok dijuluki  Kota Beras. Kota Solok memiliki motto Solok Kota Beras, Bersih, Elok, Rapi, Aman dan Sejahtera.

Kota Solok Merupakan salah satu kotamadya yang berada di provinsi Sumatra Barat, Indonesia. Pada pertengahan tahun 2021, jumlah penduduk kota Solok sebanyak 76.271 jiwa.

Lokasi kota Solok sangat strategis, karena terletak pada persimpangan jalan antar provinsi dan antar kabupaten/kota. Dari arah Selatan merupakan jalur lintas dari provinsi Lampung, provinsi Sumatra Selatan dan provinsi Jambi.

Kota ini merupakan titik persimpangan untuk menuju Kota Padang sebagai ibu kota provinsi Sumatra Barat yang jaraknya hanya sekitar 64 km. Bila ke arah Utara akan menuju Kota Bukittinggi yang berjarak sekitar 71 km untuk menuju kawasan Sumatra Bagian Utara. Sebelumnya, Solok merupakan ibu kota dari Kabupaten Solok.

Batas wilayah

Utara : Nagari Tanjuang Bingkuang, Kecamatan Kubung ; Nagari Aripan, Kecamatan X Koto Singkarak ; Nagari Kuncir, Kecamatan X Koto Diateh, Kabupaten Solok
Timur : Nagari Saok Laweh, Guguk Sarai dan Gaung Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok
Selatan : Nagari Gaung, Panyakalan, Koto Baru, Selayo, Kecamatan Kubung ; Nagari Muaro Paneh Kecamatan Bukik Sundi, Kabupaten Solok
Barat : Nagari Selayo, Kecamatan Kubung ; Nagari Koto Sani, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok

Sejarah

Kota Solok (kotamadya Solok) dahulunya merupakan satu wilayah nagari di Kabupaten Solok, yaitu Nagari Solok. Hasrat untuk menjadi Kotamadya dirintis sejak tahun 1946 dalam sidang Komite Nasional Cabang Solok, melalui panitia yang diketuai oleh Marah Adin Dt. Penghulu Sati, yang kemudian berkembang melalui suatu rapat umum di lapangan Kerapatan Adat Nagari Solok di Lubuk Sikarah, yang dihadiri oleh para penghulu dan pemuka masyarakat Nagari Solok yang dipimpin oleh NHT Dt. Bandaro Hitam.

Selajutnya secara bulat menyetujui dan mendukung pengembangan Nagari Solok menjadi Kotamadya Solok. Berhubung terjadi agresi Belanda Tahun 1949, maka kerja panitia terhenti, dan setelah terbentuk Pemerintahan Darurat pada Bulan Mei 1949, maka kepanitian dilanjutkan oleh suatu Panitia Kota Kecil.

Harapan pembentukan kota ini kemudian mendapatkan sambutan dari Pemerintah Pusat, dan dalam rangka kemungkinan diresmikannya Nagari Solok menjadi Kotamadya, maka dibentuklah Panitia Persiapan Peresmian pada 6 Januari 1968 bertempat di Masjid Pasar Nagari Solok, yang dinamakan Panitia Sepuluh yang diketuai oleh NHT Dt. Bandaro Basa, serta melalui bantuan Bupati Kepala Daerah Kabupaten Solok saat itu, Letkol. Drs.Zaghloel St. Kebesaran, pada Tanggal 16 Desember 1970 usaha pemantapan realisasi Kotamadya Solok dipenuhi Pemerintah Pusat, dengan dikeluarkannya Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 8 Tahun 1970, tentang Pelaksanaan Pemerintah Kotamadya Solok dan Kotamadya Payakumbuh. Kota Solok akhirnya diresmikan tanggal 16 Desember 1970 oleh Menteri Dalam Negeri yang pada saat itu dijabat oleh Amir Mahmud.

Dengan terbentuknya Kotamadya Dati. II Solok maka dikeluarkanlah Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor Pemda 7/9–10-313 tanggal 23 November 1970 mengangkat Drs. Hasan Basri sebagai Pejabat Kepala Daerah yang pertama.

Pelayanan publik Pemerintah Kota Solok mulai secara resmi dibuka pada tanggal 21 Desember 1970 di Kantor Balai Kota Solok dan mulai saat itu Pemerintah Kotamadya Solok secara bertahap melaksanakan peningkatan kuantitas dan kualitas sumber daya manusia (SDM) aparatur, bagi kelancaran penyelenggaraan pemerintahan.

Wilayah Kota Solok berasal dari salah satu wilayah adat yaitu Nagari Solok berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 2 Tahun 1966, ditambah Jorong Laing dari bagian Nagari Guguk Sarai di wilayah Kabupaten Daerah Tingkat II Solok. Dalam usaha penyempurnaan dan kelancaran pelayanan publik di Pemerintahan Daerah Tk. II Kotamadya Solok, maka dikeluarkanlah Surat Keputusan Nomor 21/Desth/Wako/71 tanggal 10 Maret 1971 tentang Pembentukan 13 Resort Administrasi yaitu:

Resort Tanah Garam
Resort Enam Suku
Resort Sinapa Piliang
Resort IX Korong
Resort Kampai Tabu Karambie (KTK)
Resort Aro IV Korong
Resort Simpang Rumbio
Resort Koto Panjang
Resort Pasar Pandan Airmati
Resort Laing
Resort Tanjung Paku
Resort Nan Balimo
Resort Kampung Jawa

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 1982 tentang Pembentukan Kecamatan Padang Panjang Timur, Kecamatan Padang Panjang Barat di Kotamadya Daerah Tingkat II Padang Panjang, Kecamatan Sawahlunto Utara, Kecamatan Sawahlunto Selatan di Kotamadya Daerah Tingkat II Sawahlunto, Kecamatan Lubuk Sikarah, Kecamatan Tanjung Harapan di Kotamadya Daerah Tingkat II Solok, Kecamatan Payakumbuh Utara, Kecamatan Payakumbuh Barat dan Kecamatan Payakumbuh Timur di Kotamadya Daerah Tingkat II Payakumbuh Dalam Wilayah Provinsi Daerah Tingkat I Sumatra Barat, maka seluruh Resort Administrasi tersebut menjadi Kelurahan.

Dengan diberlakukannya Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah yang disempurnakan dengan Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah, maka penggunaan istilah "Kotamadya" diubah dengan istilah "Kota" sehingga secara resmi kemudian sebutan "Kotamadya Solok" diganti menjadi "Kota Solok".

Tanjung Harapan

Tanjung Harapan adalah sebuah kecamatan di Kota Solok, Sumatra Barat, Indonesia. Kecamatan ini dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 1982 tentang Pembentukan Kecamatan Padang Panjang Timur, Kecamatan Padang Panjang Barat di Kotamadya Daerah Tingkat II Padang Panjang, Kecamatan Sawahlunto Utara, Kecamatan Sawahlunto Selatan di Kotamadya Daerah Tingkat II Sawahlunto, Kecamatan Lubuk Sikarah, Kecamatan Tanjung Harapan di Kotamadya Daerah Tingkat II Solok, Kecamatan Payakumbuh Utara, Kecamatan Payakumbuh Barat dan Kecamatan Payakumbuh Timur di Kotamadya Daerah Tingkat II Payakumbuh dalam Wilayah Provinsi Daerah Tingkat I Sumatra Barat.

Kecamatan

Kota Solok memiiki 2 kecamatan yakni Kecamatan Tanjung Harapan dan Kecamatan Lubuk Sikarah.

Kecamatan Tanjung Harapan

Kecamatan Tanjung Harapan memiliki 6 kelurahan : 

1. Kelurahan Kampung Jawa

2. Kelurahan Koto Panjang

3. Kelurahan Laing

4. Kelurahan Nan Balimo

5. Kelurahan Pasar Pandan Air Mati

6. Kelurahan Tanjung Paku

Kecamatan Lubuk Sikarah  

Lubuk Sikarah adalah sebuah kecamatan di Kota Solok, Sumatra Barat, Indonesia. Kecamatan ini terletak pada posisi geografis di 100°27'-101°41'BT.

Kecamatan Lubuk Sikarah memiliki 7 kelurahan 

1. Kelurahan VI Suku

2. Kelurahan IX Korong

3. Kelurahan Aro IV Korong

4. Kelurahan Kampai Tabu Karambia

5. Kelurahan Simpang Rumbio

6. Kelurahan Sinapa Piliang

7. Kelurahan Tanah Garam

Pariwisata

Di Kota Solok terdapat beberapa objek wisata baik berupa objek wisata alam maupun objek wisata sejarah/budaya yang tersebar pada 2 kecamatan. Objek wisata alam yang menjadi fokus pengembangan di masa mendatang adalah Taman Rekreasi Pulau Belibis yang terletak di kelurahan Kampung Jawa dan berjarak + 3 km dari pusat kota.

Pulau Belibis merupakan suatu kawasan wisata yang didukung oleh beberapa objek wisata seperti Taman Pramuka dan Arena Pacuan kuda Ampang Kualo. Pada kawasan ini terdapat sebuah telaga yang cukup besar dan hidup sejenis unggas yang dinamakan Burung Belibis. Kawasan ini juga dilengkapi arena pancing, taman burung dan arena bermain anak-anak. (poskupangwiki.com/novemy leo/*)
 
 
 
 


 
 
 
 
 
 

 
 
 
 
 
 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved