Terapkan Prokes Ketat, Belasan Dosen Kunjungi 2 Kelompok Tani di Tuatuka

Terapkan Prokes Ketat, Belasan Dosen Kunjungi 2 Kelompok Tani di Tuatuka, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Provinsi NTT.

Penulis: Novemyleo
Editor: Novemyleo
dok jurusan peternakan politani negeri kupang
Ketua Jurusan Peternakan Politani Negeri Kupang, Aholiab Aoetpah, S.Pt., M.Rur.Sc, PhD bersama dosen memberikan bantuan bibit Ternak Babi kepada  Kelompok Tani Syaloom dan Sehati di Desa Tuatuka, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Provinsi NTT, Jumat (2/9/2021) siang.  

POSKUPANGW.COM, TUATUKA - Terapkan Prokes Ketat, Belasan Dosen Kunjungi 2 Kelompok Tani di Tuatuka

Meskipun saat ini masih pandemi covid-19, namun tak menyurutkan niat belasan dosen dari Jurusan Peternakan Politani Negeri Kupang untuk menggelar kegiatan pengabdian masyarakat, sebagai salah satu pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi. 

Hari itu, Kamis (2/9/2021) pukul 10.00 Wita, para dosen didampingi Ketua Jurusan Peternakan, Aholiab Aoetpah, S.Pt., M.Rur.Sc, PhD mengunjungi dua kelompok tani di Desa Tuatuka, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Provinsi NTT.

Mereka menggunakan sebuah bus yang bertuliskan Politani Negeri Kupang. Di dalam bus yang bisa memuat sekitar 30-an orang itu sebanyak 12 dosen duduk terpisah dan berjaga jarak. Mereka juga mengenakan masker. 

Tiba dilokasi seitar pukul 12.00 Wita, mereka disambut oleh ketua KT Syaloom, Amram Meyok dan Ketua KT Sehati, Ridwan Ketty beserta sejumlah anggota tani. Para petani juga mengenakan masker. Ada tempat cuci tangan yang disiapkan petani.  

Kegiatan selama hampir 2 jam yang diikuti sekitar 20-an orang berlangsung di halaman Gereja GMIT Gloria Tuatuka. Materi penyuluhan diberikan melalui liflet dan video youtube.

Setelah menonton youtube, petani memberikan sejumlah pertanyaan dan semua pertanyaan dijawab dengan baik oleh para dosen. Selama kegiatan berlangsung, masker tak lepas dari mulut dan hidung mereka. Mereka duduk dengan jaga jarak dan mematuhi protocol kesehatan.

Ketua Jurusan Peternakan Politani Negeri Kupang, Aholiab Aoetpah, S.Pt., M.Rur.Sc, PhD bersama dosen memberikan bantuan bibit Ternak Babi kepada  Kelompok Tani Syaloom dan Sehati di Desa Tuatuka, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Provinsi NTT, Jumat (2/9/2021) siang. 
Ketua Jurusan Peternakan Politani Negeri Kupang, Aholiab Aoetpah, S.Pt., M.Rur.Sc, PhD bersama dosen memberikan bantuan bibit Ternak Babi kepada  Kelompok Tani Syaloom dan Sehati di Desa Tuatuka, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Provinsi NTT, Jumat (2/9/2021) siang.  (dok jurusan peternakan politani negeri kupang)

"Kita memastikan melaksanakan prokes. Kita bersurat secara resmi ke ketua kelompok, kepala desa, ketua majelis gereja. Kita memastikan hanya 12 dari 41 dosen yang hadir dan hanya 10 orang dari dua kelompok tani yang ikut kegiatan. Hal ini untuk menjaga kerumunan," jelas Ketua Jurusan Peternakan Politani Negeri Kupang, Aholiab Aoetpah, S.Pt., M.Rur.Sc. 

Para dosen dari prodi kesehatan hewan berdiskusi tentang disinfektan kadang ternak, bagaimana menjaga kebersihan kadang tempat pemeliharan ternak agar bebas kuman. Proses pemeliharaan ternak babi disampaikan oleh dosen prodi produksi ternak. Dan dosen prodi terknologi pakan ternak memberikan pemahaman tentang pemberian pakan ternak.

Terkait pakan ternak untuk penggemukan, akan disuplay oleh jurusan peternakan hingga 4-5 bulan. Dan di masa sulit seperti ini, pandemi Covid-19, pakan ternak dimaksud berupa jagung. "Kami sangat senang karena hal ini sinkron dengan program Pemda yakni tanam jagung panen sapi. Tapi kami mau tambahan bahwa tanam jagung panen ternak. Karena ternak seperti unggas, babi, juga mengkonsumsi jagung," jelas Aholiab.

Materi penyuluhan saat itu yakni pengolahan pakan ternak babi fase starter dalam rangka mendukung program kemitraan penggemukan ternak babi di Kelompok Tani Ternak di Desa Tuatuka oleh Helda S.Pt, M.Si.

Dan materi lainnya dibawakan oleh Dr. Redempta Wea, S.Pt, MP tentang Pengolahan pakan cair berbahan biji asam sebagai pakan ternak babi. 

Usai kegiatan dilanjutkan dengan memberikan bantuan bibit benih tenak babi sebanyak 20 ekor untuk 2 kelompok tani. Para dosen juga memantau keberadaan kandang yang disiapkan oleh petani.

"Kegiatan Pengabdian Masyarakat Jurusan Peternakan Politani Negeri Kupang berupa manajemen pemeliharaan ternak babi. Kita fous pada pemilihan komoditi dan penggemukan. Karena dalam kondisi pandemi covid-19 ditambah lagi wabah penyakit African Swine Fever (ASF) yang menyebabkan banyak ternak babi tewas," kata Aholiab. 

Ketua Jurusan Peternakan Politani Negeri Kupang, Aholiab Aoetpah, S.Pt., M.Rur.Sc, PhD bersama dosen memberikan bantuan bibit Ternak Babi kepada  Kelompok Tani Syaloom dan Sehati di Desa Tuatuka, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Provinsi NTT, Jumat (2/9/2021) siang. 
Ketua Jurusan Peternakan Politani Negeri Kupang, Aholiab Aoetpah, S.Pt., M.Rur.Sc, PhD bersama dosen memberikan bantuan bibit Ternak Babi kepada  Kelompok Tani Syaloom dan Sehati di Desa Tuatuka, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Provinsi NTT, Jumat (2/9/2021) siang.  (dok jurusan peternakan politani negeri kupang)

Sistem yang dijalankan berupa pro mitra yakni kerjasama dan membagi tanggungjawab. Untuk penanganan biaya produksi, benih bibit ,pakan ditanggung jurusan peternakan. Sedangkan proses pemeliharaan dan penyediaan kandang adalah tanggungjawab petani.

"Dengan model pro mitra, setiap pihak punya rasa memiliki sehingga program bisa memberikan hasil yang baik. Akhir periode sekitar 4 bulan, setelah ternak dijual maka petani wajib mengembalikan biaya produksi bibit dan pakan kepada jurusan peternakan dan ini akan digulirkan kembali," kata Aholiab.

Dengan sistem pro mitra dan bantuan bergulir maka kedepannya Desa Tuatuka bisa menjadi sentra produksi ternak babi. Hal ini dimungkinan karena petani peternak telah memiliki kapasitas yang memadai dan peluang pengembangan ternak babi disana pun besar.

Menurut Aholiab, kerjasama ini bisa menjawab kebutuhan riil masyarakat khususnya masa Pandemi Covid-19, dimana imun tubuh lebih banyak membutuhkan nutrien, zat gizi. Untuk penongkatan kebutuhan nutrian zat gizi maka dibutuhkan produk perternakan yakni daging ayam, telur, daging sapi, daging babi, sayur, buah. "Semua itu adalah produk pertanian. Maka Di masa pandemi Covid-19 sektor perternakan jangan sampai lenyap. Kita harus berusaha menangkap peluang ini," kata Aholiab.

Apalagi harga daging babi saat ini sudah sekitar Rp 80.000 per kilogram sehingga ada peluang bagus untuk petani yakni untuk meningkatkan gizi masyarakat dan untuk meningkatkan pendapatan peternak.

Akhir tahun petani sudah bisa panen. Secara hitungan matematis, demikian Aholiab, satu ternak babi itu biaya produksi bibit dengan berat 10 kg -15 kg dibeli seharga Rp 1,5 juta. Selama pemeliharaan 4 - 5 bulan, 1 ternak babi bisa menyelesaikan pakan sebanyak 200 -250 kg. Selama 4-5 bulan, target penggemukan sebanyak 70 - 80 kg per ternak dan harga jualnya Rp 4 - 5 juta per ekor.

Ikuti kami di
KOMENTAR
1529 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved