VIDEO : Kajur Peternakan Optimis Jadikan Desa Tuatuka Sentra Produksi Ternak

Ketua Jurusan Peternakan Politani Negeri Kupang, Aholiab Aoetpah, S.Pt., M.Rur.Sc, PhD optimis jadikan Desa Tuatuka sebagai sentra produksi peternakan

Penulis: Novemyleo
Editor: Novemyleo

Target dan program ini akan diwujudkan Kelompok Tani Sehati dan Kelompok Tani Syalom bersama Jurusan Peternakan Politani Negeri Kupang.

Hal ini dikemukakannya usai melakukan kegiatan Pengabdian Masyarakat Jurusan Peternakan Politani Negeri Kupang ke Desa Tuatuka, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Kamis (2/9/2021) sang.

Sebuah bus bertuliskan Politani Negeri Kupang meluncur dari kampus menuju ke wilayah Kupang Timur, Kamis (2/9/2021) jam 10.00 Wita. Di dalam bus terdapat 12 dosen dari program studi atau prodi kesehatan hewan, prodi produksi ternak dan prodi teknologi pakan ternak. Ketua Jurusan Peternakan, Aholiab Aoetpah, S.Pt., M.Rur.Sc, PhD juga berbaur diantara mereka. 

Hari itu mereka menemui Kelompok Tani (KT) Sehati dan KT Syalom di Desa Tuatuka, Kecamatan Kupang Timur untuk melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, sebagai salah satu pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi. Tiba dilokasi, mereka disambut oleh ketua KT Syaloom, Amram Meyok dan Ketua KT Sehati, Ridwan Ketty beserta sejumlah anggota tani.

Kegiatan selama hampir 2 jam yang diikuti sekitar 20-an orang berlangsung di halaman Gereja GMIT Gloria Tuatuka. Materi penyuluhan diberikan melalui liflet dan video youtube. Setelah menonton youtube, petani memberikan sejumlah pertanyaan dan semua pertanyaan dijawab dengan baik oleh para dosen. Selama kegiatan berlangsung, masker tak lepas dari mulut dan hidung mereka. Mereka duduk dengan jaga jarak dan mematuhi protocol kesehatan.

"Kita memastikan melaksanakan prokes. Kita bersurat secara resmi ke ketua kelompok, kepala desa, ketua majelis gereja. Kita memastikan hanya 12 dari 41 dosen yang hadir dan hanya 10 orang dari dua kelompok tani yang ikut kegiatan. Hal ini untuk menjaga kerumunan," jelas Ketua Jurusan Peternakan Politani Negeri Kupang, Aholiab Aoetpah, S.Pt., M.Rur.Sc. 

Para dosen dari prodi kesehatan hewan berdiskusi tentang disinfektan kadang ternak, bagaimana menjaga kebersihan kadang tempat pemeliharan ternak agar bebas kuman. Proses pemeliharaan ternak babi disampaikan oleh dosen prodi produksi ternak. Dan dosen prodi terknologi pakan ternak memberikan pemahaman tentang pemberian pakan ternak.

Terkait pakan ternak untuk penggemukan, akan disuplay oleh jurusan peternakan hingga 4-5 bulan. Dan di masa sulit seperti ini, pandemi Covid-19, pakan ternak dimaksud berupa jagung. "Kami sangat senang karena hal ini sinkron dengan program Pemda yakni tanam jagung panen sapi. Tapi kami mau tambahan bahwa tanam jagung panen ternak. Karena ternak seperti unggas, babi, juga mengkonsumsi jagung," jelas Aholiab.

Usai kegiatan dilanjutkan dengan memberikan bantuan bibit benih tenak babi sebanyak 20 ekor untuk 2 kelompok tani. Para dosen juga memantau keberadaan kandang yang disiapkan oleh petani.

"Kegiatan Pengabdian Masyarakat Jurusan Peternakan Politani Negeri Kupang berupa manajemen pemeliharaan ternak babi. Kita fous pada pemilihan komoditi dan penggemukan. Karena dalam kondisi pandemi covid-19 ditambah lagi wabah penyakit African Swine Fever (ASF) yang menyebabkan banyak ternak babi tewas," kata Aholiab. 

Ketua Jurusan Peternakan Politani Negeri Kupang, Aholiab Aoetpah, S.Pt., M.Rur.Sc, PhD bersama dosen memberikan bantuan bibit Ternak Babi kepada  Kelompok Tani Syaloom dan Sehati di Desa Tuatuka, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Provinsi NTT, Jumat (2/9/2021) siang. 
Ketua Jurusan Peternakan Politani Negeri Kupang, Aholiab Aoetpah, S.Pt., M.Rur.Sc, PhD bersama dosen memberikan bantuan bibit Ternak Babi kepada  Kelompok Tani Syaloom dan Sehati di Desa Tuatuka, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Provinsi NTT, Jumat (2/9/2021) siang.  (dok jurusan peternakan politani negeri kupang)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved