Wahana Visi Indonesia atau WVI Tutup Program di Kabupaten Sikka

Setelah 14 Tahun Mengupayakan Pemenuhan Kesejahteraan Anak di Kabupaten Sikka Provinsi NTT, Wahana Visi Indonesia atau WVI Tutup Program di Sikka

Penulis: Novemyleo
Editor: Novemyleo
dok wvi
Pengurus Wahana Visi Indonesia dan pihak Pemerintah Kabupaten Sikka dalam kegiatan Penutupan Program WVI di Kabupaten Sikka, Jumat (10/9/2021). 

POSKUPANGWIKI.COM - Setelah 14 Tahun melakukan Upayakan Pemenuhan Kesejahteraan Anak di Kabupaten Sikka Provinsi NTT, Wahana Visi Indonesia atau WVI akhirnya Tutup Program disana.

Wahana Visi Indonesia mendampingi warga di 32 desa di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur selama 14 tahun.

Dan dalam masa itu telah banyak perubahan terjadi terutama dalam upaya pemenuhan hak anak di bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi, perlindungan dan partisipasi anak.

Ke depan, segala hal yang baik ini diharapkan mampu dipertahankan dan terus diperjuangkan agar anak-anak dapat terus tumbuh dan berkembang dengan optimal.

Demikian dikemukakan Bernadetta Maria, Mantan Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka dalam kegiatan Penutupan Program di Sikka, Jumat (10/9/2021).

Bernadetta mengungkapkan, saat WVI datang pertama kali di Sikka tahun 2007, masalah kekurangan gizi masih cukup tinggi.

Kemudian, dinas bersama WVI bersama melakukan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dan kader untuk menjadi konselor dan fasilitator pemberian makan bayi dan balita. Adanya posyandu keliling juga sangat membantu mengatasi persoalan yang ditemukan saat penimbangan bayi.

Baca juga: WVI Dan Pos Kupang Beri Hadiah Spesial untuk Anak Anak NTT dan Indonesia

Kepala Desa Wolomotong, Romanus Rabu, bercerita, sebelum WVI datang, pemenuhan hak anak dan perempuan di desanya masih jauh dari harapan karena masyarakat terikat pada kebiasaan di mana anak ditempatkan pada posisi terbelakang.

"Namun, setelah sosialisasi dan edukasi yang dilakukan terus menerus oleh WVI, maka kebiasaan itu semakin tergerus dan hilang. Sebaliknya, saat ini banyak muncul praktik baik dan positif. Pemerintah desa juga berkomitmen dengan mengalokasikan anggaran dan memberi ruang untuk anak, dan melahirkan Perdes Pembangunan Desa Berbasis Hak Anak. Terima kasih WVI, karena telah berkontribusi dalam pembangunan generasi di desa kami, generasi bangsa ini," tuturnya.

WVI mendampingi 50.263 warga dan bekerja bersama pemerintah daerah mulai dari tingkat desa, kecamatan (Kecamatan Nita, Lela dan Doreng), hingga kabupaten.

Sumber: Pos Kupang

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved