Mengenal Kolik pada Bayi yang Sulit Ditenangkan

Mengenal Kolik pada Bayi yang Sulit Ditenangkan. Menangis merupakan aktivitas yang sangat wajar ditemukan pada seorang bayi.

Editor: Novemyleo
dok Dokter Suryadi Limardi
Dokter Suryadi Limardi 

POSKUPANGWIKI.COM - Mengenal Kolik pada Bayi yang Sulit Ditenangkan.

Menangis merupakan aktivitas yang sangat wajar ditemukan pada seorang bayi.

Pada dasarnya tangisan merupakan sebuah bentuk komunikasi dari seorang bayi kepada pengasuhnya untuk memberi tanda akan sesuatu yang Ia butuhkan ataupun ketidaknyamanan yang dirasakan.

Dokter Suryadi Limardi mengatakan, dalam perkembangannya, intensitas menangis pada bayi yang baru lahir akan meningkat hingga mencapai puncaknya pada usia enam hingga delapan minggu dengan durasi tangisan sekitar dua jam per hari.

Kemudian, saat bayi berusia tiga hingga empat bulan durasi tangisan akan berkurang secara bertahap seiring bertambahnya usia.

"Umumnya tangisan pada bayi memberikan sinyal yang beragam, seperti rasa lapar, haus, ketidaknyamanan, ataupun nyeri. Lazimnya tangisan pun akan berhenti jika ketidaknyamanan atau kebutuhan tersebut telah teratasi," kata dokter Suryadi Limardi.

Dokter Suryadi Limardi
Dokter Suryadi Limardi (dok Dokter Suryadi Limardi)

Sayangnya, pada sekitar 5 sampai 25 persen bayi dapat ditemukan tangisan yang terjadi secara berlebihan tanpa sebab yang jelas serta sangat sulit ditenangkan walaupun telah dilakukan berbagai cara.

Pengasuh pun perlu mencurigai adanya kolik sebagai salah satu penyebab tangisan bayi dengan ciri tersebut.

Dokter Suryadi Limardi mengatakan,  Kolik merupakan kelainan pada bayi berusia kurang dari empat bulan yang ditandai oleh tangisan ataupun rewel yang berkepanjangan atau berulang tanpa sebab yang jelas dan tak dapat dicegah ataupun ditangani oleh pengasuhnya.

Saat ini penyebab kolik masih belum diketahui secara jelas dan tidak ditemukan perbedaan kejadian antara bayi laki-laki ataupun perempuan serta mereka yang diberikan air susu ibu (ASI) ataupun susu formula.

"Tangisan ataupun rewel pada kolik biasanya dapat berlangsung selama lebih dari tiga jam per hari serta lebih dari tiga hari per minggu," kata dokter Suryadi Limardi.

Tangisan saat bayi mengalami kolik pun berbeda dengan tangisan biasanya dimana tangisan tersebut lebih nyaring, intens, dan melengking serta dapat terdengar seperti sebuah teriakan.

Biasanya kolik terjadi pada malam hari dan secara khas akan dimulai dan berhenti secara spontan setelah durasi tertentu. Tangisan atau rewel pun tak dapat dihentikan walaupun bayi telah diberikan susu, diganti popoknya, ataupun ditenangkan.

Dokter Suryadi Limardi menjelaskan, pada dasarnya kolik merupakan kelainan yang ringan dan biasanya akan membaik dengan sendirinya saat bayi mencapai usia tiga hingga empat bulan.

Sayangnya terdapat beberapa faktor yang membuat kolik membutuhkan perhatian khusus dalam penanganannya.

Pertama, terdapat berbagai kondisi berbahaya seperti sumbatan usus, hernia yang mengalami penjepitan, hingga infeksi selaput otak yang gejalanya dapat menyerupai kolik.

Selain itu, kondisi medis lainnya seperti alergi susu sapi, refluks asam lambung, hingga intoleransi laktosa juga dapat timbul bersamaan dengan gejala kolik.

"Oleh karena itu, untuk menentukan kondisi kolik dokter perlu memeriksa keadaan bayi secara menyeluruh untuk menyingkirkan kemungkinan adanya berbagai kondisi yang membahayakan pada bayi," kata dokter Suryadi Limardi.

Kedua, kolik seringkali menyebabkan stres dan kecemasan pada pengasuhnya.

bayi
bayi (tribun)

Pengasuh pun seringkali menyalahkan diri serta merasa tidak mampu dalam merawat bayinya karena tak dapat ditenangkan. Bayi yang mengalami kolik juga berpotensi mengalami kekerasan akibat stres yang ditimbulkan pada pengasuhnya.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved