Sejumlah Penjual Ikan Minta Bantuan Meja Jualan, Coolbox dan Tenda

Sejumlah penjual ikan di depan Bajadek Kota Kupang meminta bantuan Meja jualan, Coolboc dan Tenda.

Penulis: Novemyleo
Editor: Novemyleo
POSKUPANGWIKI.COM/ NOVEMY LEO
Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat untuk penjual ikan di Bajadek Kupang, dari Prodi Agribisnis Perikanan Jurusan Perikanan dan Kelautan Politani Negeri Kupang, Senin (20/9/2021) siang. 

POSKUPANG.COM, KUPANG - Sejumlah penjual ikan di depan Bajadek Kota Kupang meminta bantuan Meja jualan, Coolboc dan Tenda.

SEPULUH unit meja berukuran kecil dari bahan besi dengan alas seng diatasnya yang dicat rapi berwarna biru terang tersusun rapi di samping halaman Kantor Sekretariat Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia Kota Kupang.

Itu adalah meja yang akan disumbangkan kepada sejumlah penjual ikan yang selama ini berjualan di depan bajadek Kota Kupang, Kelurahan Pasir Panjang, Kota Kupang.

Sebanyak 20 unit kursi berjejer rapi dan berjarak diduduki sejumlah penjual ikan. Ada juga beberapa mahasiswa dan dosen program studi (Prodi) Agribisnis Perikanan (AP) Jurusan Perikanan dan Kelautan (PK) Politani Negeri Kupang. Diantaranya, Naharuddin Sri, SPi, M.Si dan Joi Alfreddi Surbakti, SP, M.Si.

Tepat di depan puluhan kursi berjejer enam kursi lain yang diduduki oleh Ketua Jurusan PK Politani Kupang Alexander S Tannody, SPi, M.Si; Ketua Prodi AP, IA Lochana Dewi, S.Pi, M.Si; Ketua HNSI Kota Kupang, Maxi Ndun, Ketua kelompok Penjual Ikan, Bram dan sejumlah pengurus HSNI.

Hari itu, Senin ( 20/9/2021), perwakilan penjual ikan mengikuti kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Prodi AP Jurusan PK yang digelar oleh dosen dan mahasiswa. Kegiatan kanbertema Inovasi dan Penguatan Usaha Pemasaran Ikan di Kota Kupang itu dilakukan selama 3 jam.

Mereka berdiskusi tentang manajemen pembukuan, pemasaran dan pengolahan perikanan, pemasaran produk olahan, pengolahan produk perikanan untuk menambah pendapatan keluarga, manajemen konflik.

Di akhir acara dosen mengajak kelompok penjual ikan melakukan praktek pengolahan hasil laut.

Naharuddin berdiskusi tentang pentingnya manajemen pembukuan untuk para penjual ikan. “Seringkali para penjual ikan lalai dan tidak membuat manajemen pembukuan atau buku pemasukan pengeluaran sehingga mereka tak tahu pasti dan tak bisa memisahkan antara keuntungan bersih dan modal. Kami akan berdiskusi bagaimana membuat pembukuan yang sederhana,” kata Naharuddin dibenarkan Joi.

Para peserta antusias mengikuti kegiatan dan berharap kegiatan semacam ini rutin dilakukan agar bisa menambah pengetahuan dan ketrampilan mereka.

“Terimakasih dosen perikanan politani kupang, kami dapat banyak ilmu dan juga dikasih bantuan meja jualan. Alhamdulilah,” kata Rahima Husein dan Laras Asnat Triani.

Sejak Bancana Seroja Maret 2021 lalu, meja jualan ikan mereka hancur sehingga keduanya tidak bisa lagi berjaulan ikan. Mereka beralih ke berjualan makanan secara online.

“Sangat bersyukur hari ini dapat bantuan meja jualan, kami bisa kembali menjual ikan. Terimakasih dosen agribinis perikanan. Tolong Bantu Kami Meja, Coolboc dan Tenda, Pak,” kata Asnat.

Ketua HNSI, Maxi Ndun menyampaikan terimakasih kepada Politani Negeri Kupang khususnya Prodi AP Jurusan PK khususnya para dosen yang datang mengunjungi mereka hari itu.

Maxi mengatakan, saat ini ada sekitar 400-an penjual ikan yang berada di 51 lokasi di Kota Kupang.

Dan bantuan kali ini diberikan kepada kelompok penjual ikan depan Bajadek setelah survey dari pihak Prodi AP bahwa mereka masih menjual secara tradisional, menggunakan meja jualan yang tidak memadai.

“Saya bangga karena selama ini mereka tidak pernah saking sikut dan selalu ramah kepada pembeli. Saya jamin ikan yang mereka jual itu dan berkualitas,” jamin Maxi.

Menurut Maxi, barang lain yang dibutuhkan penjual ikan adalah coolbox dan tenda. Sebab kalau siang hari mereka tidak bisa lagi berjaualan karena sangat kepanasan dan tidak ada tenda.

Tannody berharap meja jualan bisa bermanfaat bagi penjual ikan untuk mendukung pemasaran.

“Kami melihat teman-teman menjual ikan dengan peralatan seadanya sehingga ini menjadi tanggungjawab kami dalam pengabdian masyarakat. Meski dengan modal pendanaan sedikit kami ingin membantu teman sekalian. Kegiatan ini juga mengajarkan mahasiswa bagaimana cara mengabdikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah itu kepada masyarakat,” jelas Tannody.

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved