KTAS NTT Gelar Pelatihan Penyiapan Produk, Packaging Labeling bagi Produk Usaha Perempuan

KTAS NTT Gelar Pelatihan Penyiapan Produk, Packaging Labeling bagi Produk Usaha Perempuan.

Penulis: Novemyleo
Editor: Novemyleo
POSKUPANGWIKI.COM/ NOVEMY LEO
Koordiantor KTAS NTT, Ansy Rihi Darah, SH 

POSKUPANGWIKI.COM - KTAS NTT Gelar Pelatihan Penyiapan Produk, Packaging Labeling bagi Produk Usaha Perempuan.

Kegiatan ini akan berlangsung selama tiga hari sejak tanggal 27-29 September 2021 di Hotel Neo Aston Kupang.  

Peserta kegiatan terdiri dari 36 Perempuan yang berasal dari 12 Desa dampingan Program IWIL yakni Kabupaten Kupang seperti Desa Tunfeu, Oelomin, Oesena, Oebelo, Nekbaun dan Niukbaun;

Kabupaten TTS seperti Desa Aijobaki, Biloto, Oeekam dan Oelet, Kab. TTU: Desa Kuanek dan Desa maubesi yang merupakan perwakilan unsur kelompok/ forum perempuan.

Thersia Ratu Nubi, FM IWILL menjelaskan, produk adalah barang atau jasa yang dapat diperjualbelikan, bisa ditawarkan ke sebuah pasar dan bisa memuaskan sebuah keinginan atau kebutuhan. Suatu produk dapat di klarifikasikan ke dalam dua kelompok besar yaitu produk konsumen dan produk industri.

Thersia Ratu Nubi (kanan) dalam workshop menggagas pengintegrasian satgas perlindungan perempuan dan anak di desa yang diselenggarakan oleh LBH APIK NTT di Kupang, Kamis (18/2/2021).
Thersia Ratu Nubi (kanan) dalam workshop menggagas pengintegrasian satgas perlindungan perempuan dan anak di desa yang diselenggarakan oleh LBH APIK NTT di Kupang, Kamis (18/2/2021). (POSKUPANGWIKI.COM/ NOVEMY LEO)

Produk konsumen adalah produk yang dibeli oleh konsumen akhir untuk di konsumsi pribadi. Produk konsumen mencakup produk sehari-hari, produk belanja, produk khusus dan produk yang tidak dicari.

Produk industri merupakan barang maupun bahan yang dibeli oleh individu atau organisasi untuk di proses lebih lanjut atau untuk dipergunakan dalam melakukan bisnis.

Kualitas produk berkaitan dengan kemampuan suatu produk dalam melakukan fungsi pembuatannya. Fungsi ini dinilai berdasarkan tingkat keandalan, kemudahan penggunaan dan perbaikan serta berbagai macam atribut dianggap bernilai dan berharga bagi suatu produk.

"Kualitas produk umumnya dinilai melalui kriteria-kriteria dalam manajemen mutu. Kualitas produk dinilai pada kemampuan barang, jasa atau keduanya dalam memberikan kepuasan dalam pemenuhan kebutuhan konsumen," kata Thersia Ratu Nubi.

Kualitas produk ditentukan oleh tingkat keinginan atau harapan dari konsumen terhadap produk yang dihasilkan produsen.

Thersia Ratu Nubi mengatakan, produk baru yang dibuat berdasarkan metode penelitian dan pengembangan mempertimbangkan beberapa konsep yang meliputi kepuasan konsumen, tingkatan produk, wujud produk, bauran produk dan kemampuan konsumen dalam mengenali produk. Kepuasan konsumen berkaitan dengan kebutuhan konsumen akan produk.

Kepuasan konsumen berbeda-beda sesuai dengan kebutuhannya, ada konsumen yang memerlukan produk fisik berupa barang atau properti, ada pula konsumen yang hanya memerlukan produk jasa perorangan, informasi, gagasan atau pengalaman.

"Produk baru yang dikembangkan juga ditentukan berdasarkan bauran produk yang kemudian berdampak kepada kemampuan konsumen untuk mengenali produk. Pengenalan produk baru ini memperhatikan pengelolaan merek, penggunaan kemasan dan pemberian label," kata Thersia Ratu Nubi.

Pengembangan produk dimulai dari tahapan pembuatan gagasan, seleksi pengujian konsep, analisis bisnis, pengujian produk dan pengujian pasar.

Sementara itu, Kordinator Timor Adil dan Setara NTT, Ansy D Rihi Dara, SH menjelaskan tentang IMKM. 

Ansy mengatakan, menurut peraturan perundang-undangan Nomor 20 Tahun 2008, UMKM merupakan bisnis atau usaha yang dijalankan oleh perseorangan, rumah tangga maupun badan usaha kecil.

Dibedakan berdasarkan masing-masing jenis usaha yaitu usaha mikro, kecil dan menengah.

Koordinator Konsorsium Timor Adil dan Setara NTT, Ansy D Rihi Dara, SH
Koordinator Konsorsium Timor Adil dan Setara NTT, Ansy D Rihi Dara, SH (poskupangwiki.com/novemy leo)

Peran dan fungsi UMKM bagi kondisi ekonomi diantaranya membuka lapangan pekerjaan, mendorong kondisi ekonomi yang lebih merata, memacu ekonomi di situasi kritis, memenuhi kebutuhan masyarakat secara akurat. UMKM sangat fleksibel, bisnis ini juga bisa dijadikan sebagai salah satu alternatif untuk memiliki penghasilan sampingan bahkan di situasi yang tersulit sekalipun.

"Terkhususnya di Provinsi Nusa Tenggara Timur para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) perlu untuk memperkuat kualitas produk, jumlah produk yang dimiliki untuk masuk ke pasar yang lebih luas dan pasar digital. Oleh karena itu peran serta berbagai pihak sangat di butuhkan untuk mendorong kemajuan UMKM," kata Ansy Rihi Dara.

Dijelaskan Ansy Rihi Dara, beberapa hambatan yang sampai hari ini menjadi hambatan-hambatan yang dialami atau dirasakan oleh UMKM diantaranya akses modal usaha untuk kegiatan UMKM, akses pemasaran untuk produk-produk yang sudah diproduksi oleh pelaku-pelaku UMKM, pendampingan berkelanjutan untu kegiatan-kegiatan produksi sampai pemasaran dan juga masih kurangnya ketersediaan alat-alat produksi untuk pengolahan serta produk-produk yang diproduksi yang belum dilengkapi dengan ijin PIRT, BPOM, Halal atau ijin lainnya sehingga jangkauan pemasaran masih sangat terbatas.

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved