Perempuan Pelaku Usaha UKM Diminta Taati Prokes Selama Menjalankan Usahanya di Masyarakat

Perempuan Pelaku Usaha UKM Diminta Taati Prokes Selama Menjalankan Usahanya di Masyarakat.

Penulis: Novemyleo
Editor: Novemyleo
POSKUPANGWIKI.COM/ NOVEMY LEO
Perempuan Wirausaha dari Kabupaten TTS, TTU dan Kabupaten Kupang bersama pengurus KTAS NTT usai Pelatihan Penyiapan Produk, Packaging dan Labeling Bagi Produk Usaha Perempuan dan Perempuan Muda di Neo Aston Kupang 27-29 September 2021. 

POSKUPANG.COM, KUPANG - Perempuan Pelaku Usaha UKM Diminta Taati Prokes Selama Menjalankan Usahanya di Masyarakat.

Sebanyak 30-an perempuan pelaku wirausaha dari Kabupaten TTS, TTU dan Kupang diminta untuk terus menjalankan protokol kesehatan atau prokes selama mengikuti pelatihan dan juga saat menjalankan usahanya di masyarakat.

Permintaan ini disampaikan oleh Kepala Bidang Pemberdayaan UMKM, Ady S Mandala dan juga Koordinator KTAS NTT, Ansy D Rihi Dara, SH dalam acara Pelatihan Penyiapan Produk, Packaging dan Labeling bagi produk usaha perempuan dan perempuan muda yang diselenggarakan Konsorsium Timor Adil dan Setara (KTAS) NTT selama 3 hari sejak tanggal 27-29 September 2021. 

Dalam pelatihan itu, Kepala Bidang Pemberdayaan UMKM Dinas Koperasi NTT, Ady S Mandala langsung memfasilitasi pemberian Sertifikat Ijin Berusaha atau SIB kepada 19 dari 35 peserta.  “Yang lainnya nanti menyusul karena beberapa syarat belum dilengkapi,” kata Ady.

Ady meminta setiap pelaku usaha tetap menerapkan protokol kesehatan dalam menjalankan usahanya. Dengan demikian bisa meminimalsir perkembangan virus Covid-19.

"Gunakan masker dan tetap menerapkan protokol kesehatan sehingga usaha bisa dijalankan dengan baik dan terus bisa berkembang tanpa halangan kesehatan," kata Ady.   

Dalam kesempatan Ady menjelaskan soal berbagai bantuan usaha dari pemerintah maupun dari bank beserta syarat yang bisa diakses pelaku usaha untuk mengembangkan usahanya.

Ady juga memberikan nomor teleponnya untuk bisa diakses para pelaku usaha jika menemui kesulitan saat mengkases bantuan di dinas koperasi masing-masing kabupaten.

Sertifikat itu bisa digunakan di seluruh Indonesia. “Sertifikat ini menunjukan legalitas kuat dari usaha dan bisa dilampirkan untuk syarat menerima bantuan modal,” kata Ady.

Ady berharap KTAS NTT rutin melakukan pendampingan kepada kelompok usaha dimaksud.

“Saya percaya lembaga KTAS yang dipimpin Ibu Ansi Rihi Dara dan teman-teman tidak hanya mensupor tentang bagaimana pemberdayaan tapi juga kontinyu untuk melakukan pendapingan dan pembinaan guna pengembangan usaha,” kata Ady.

Koordinator KTAS NTT, Ansy D Rihi Dara berharap pelaku usaha bisa leibh bersemangat dan komitmen untuk menjalankan usahanya.

“Dengan hormat kami memberikan apresiasi luar biasa kepada bapa Ady dan teman-teman di Dinas Koperasi NTT, ibu Marselina dari Dekranasda NTT dan juga dari kaum muda,” kata Ansy.

Pelatihan dimaksud, kata Ansy, adalah bentuk tanggungjawab KTAS NTT yang bermitra dengan Oxfam untuk menjalankan 3 pilar yakni pengurangan angka kekerasan, pemberdayaan ekonomi dan kemandirian perempuan.

Ibu-ibu yang datang ini bukan perempuan biasa yang datang dengan kosong. Karena mereka datang dengan produk unggulan masing-masing dan sudah memiliki kualitas karena telah mendapat penguatan kapastitas, melalui pelatihan manajemen kelompok, pembuatan produk, tumbuh kembang dan kewirausahaan.

"Dan sekarang akan dibantu untuk penyediaan labeling, packaging, sehingga nanti produknya tidak saja diterima di kantor desa dan sekolah tapi juga bisa diterima di Dekanasda, Lippo yang memiliki daya jangkauan yang lebih secara  offline maupun online,” kata Ansy.

Dalam kesempatan Ansy mengingatkan para peserta pelatihan tetap mematuhi prokes selama pelatihan berlangsung 3 hari. Dan juga tetap menerapkan prokes saat menjalankan usahanya di rumah. 

Hal ini dilakukan untuk bisa terhindar dari penularan virus Covid-19 selama menjalankan dan mengembangkan usahanya. "Ingat tetap menerapkan prokes agar tetap sehat sehingga bisa terus menjalankan usahanya," pesan Ansy.  

Marselina Kopong dari Dekranasda NTT menjelaskan peran fungsi dan kewenangan Dekranasda NTT terkait upaya mendorong peningkatan ekonomi masyarakat NTT.

Marselina juga merincikan syarat bagi sebuah produk kerajinan atau kuliner bisa masuk dan dipasarkan di Toko Dekranasda NTT yakni menyangkut kualitas, packaging dan labeling.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved