Perempuan Tukang Tambal Ban di Biloto Kabupaten TTS, Jois Bangga Dapat Sertifikat Ijin Berusaha

Jois Ledo, Perempuan Tukang Tambal Ban di Biloto Kabupaten TTS, Senang Dapat Sertifikat Ijin Berusaha

Penulis: Novemyleo
Editor: Novemyleo
POSKUPANGWIKI.COM/ NOVEMY LEO
Perempuan Wirausaha dari Kabupaten TTS, TTU dan Kabupaten Kupang bersama pengurus KTAS NTT usai Pelatihan Penyiapan Produk, Packaging dan Labeling Bagi Produk Usaha Perempuan dan Perempuan Muda di Neo Aston Kupang 27-29 September 2021. 

POSKUPANG.COM, KUPANG - Jois Ledo, Perempuan Tukang Tambal Ban di BIloto Kabupaten TTS, Senang Dapat Sertifikat Ijin Berusaha

SETIAP hari sejak pukul 05.30 perempuan setengah baya ini sudah mengantar kue jualannya dari rumah ke rumah menggunakan sepeda motor. Pulangnya jam 09.30 dia melanjutkan menenun tenun ikat.

Di sela-sela menenun itu, jika ada yang ingin tambal ban maka akan dilayani olehnya.

Dia adalah Jois Ledo perempuan berusia 40 tahun yang berkutat dengan pekerjaan sebagai tukang tambal ban yang tak biasa dilakukan oleh kaum hawa.

Pekerjaan yang biasanya dilakukan oleh kaum adam ini mulai ditekuni sejak tahun 2010 ketika suaminya, Yunus Pentau, merantau ke Kalimantan.

Kehidupan ekonomi keluarga yang sulit membuat Joise harus berjuang menghidupi anak-anak dan dua keponakan yang tinggal bersamanya di Desa Biloto, Kecamatan Molo Selatan, Kabupaten TTS.

Sedangkan di Kalimantan suaminya menetap bersama anak pertama mereka, Femberini (23) dan dua cucu mereka. Jois mesti ikut menopang ekonomi keluarga sebab gaji suaminya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga khususnya untuk sekolah anak-anaknya.

Juan Pentau (19) kini sudah tamat SMK Kesehatan dan Andry Petau (13) yang masih di bangku kelas 2 SMP.  Joise ingin mengembangkan usahanya di bidang kuliner dan membuat tenun ikat namun tak cukup modal.

Beberapa kali Jois mengakses bantuan modal dari pemerintah, memasukan proposal, foto  usaha tambal bannya namun dia tidak pernah mendapatkan bantuan.

“Mungkin mereka tidak percaya saya ini tukang tambal ban karena biasanya itu adalah pekerjaan laki-laki. Jadi proposal saya tidak pernah disetujui saya tidak pernah menerima bantuan dari pemerintah,” kata Jois.

Untuk bisa meningkatkan ekonomi keluarga, Jois juga membuat tenun ikat dan usaha kuliner yakni membuat kue basah dan kering lalu dijualnya.

“Saya bersyukur karena saya juga ikut dalam pelatihan dari KTAS NTT hari ini  bersama teman perempuan lainnya. Bahkan kami juga langsung dikasih sertifikat ijin berusaha dari Menteri Kordinasi Penanaman Modal RI. Terimakasih Pak Aman Mandala dan juga konsorsium,” cerita Jois kepada Pos Kupang, Rabu (29/9/2021) di Neo Aston Hotel.

Dengan adanya ijin usaha tambal ban itu Joise akan bisa megembangkan usaha bahkan bisa mengakses bantuan pemerintah.

Jois bersama 30-an perempuan dari Kabupaten TTS, TTU dan Kupang mengikuti pelatihan Pelatihan Penyiapan Produk, Packaging dan Labeling bagi produk usaha perempuan dan perempuan muda yang diselenggarakan Konsorsium Timor Adil dan Setara (KTAS) NTT selama 3 hari sjeak tanggal 27-29 September 2021. 

Diakhir kegiatan, mereka mengunjungi Dekranasda NTT dan Toko Soekiran guna studi banding atau melihat dari dekat produk, kemasan dan labeling yang dipasarkan di dua tempat itu.

“Saya sangat bersyukur ikut kegiatan ini saya bisa lihat dari dekat bagaimana kemasan dan cara membuat label untuk produk. Banyak sekali pengetahuan yang saya dapatkankan, selesai kegiatan kami langsung bawa pulang sertifikat ijin usaha, terimakasih banyak, Tuhan memberkati penyelenggara dan nara sumber dalam kegiatan ini,” kata  Marselina Boymau dari Desa Oesena.

Usai memberikan materi, Kepala Bidang Pemberdayaan UMKM Dias Koperasi NTT, Ady S Mandala langsung memfasilitasi sertifikat ijin berusaha kepada 19 dari 35 peserta.  “Yang lainnya nanti menyusul karena beberapa syarat belum dilengkapi,” kata Ady.

Ady juga meminta setiap pelaku usaha tetap menerapkan protokol kesehatan dalam menjalankan usahanya. Dengan demikian bisa meminimalsir perkembangan virus Covid-19.

"Gunakan masker dan tetap menerapkan protokol kesehatan sehingga usaha bisa dijalankan dengan baik dan terus bisa berkembang tanpa halangan kesehatan," kata Ady.   

Dalam kesempatan itu Ady juga menjelaskan soal berbagai bantuan usaha dari pemerintah maupun dari bank beserta syarat yang bisa diakses pelaku usaha untuk mengembangkan usahanya.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved