Konsultasi Skripsi Mahasiswi Fakultas Hukum dengan Dosen di Hotel Berujung Pelecehan

Konsultasi Skripsi Mahasiswi Fakultas Hukum dengan Dosen di Hotel Berujung Pelecehan, Begini AKhirnya.

Penulis: Novemyleo
Editor: Novemyleo
zoom-inlihat foto Konsultasi Skripsi Mahasiswi Fakultas Hukum dengan Dosen di Hotel Berujung Pelecehan
POSKUPANGWIKI.COM/ NOVEMY LEO
Koordinator KTAS NTT, Ansi Rihi Dara, SH dalam Pelatihan penanganan kekerasan berbasis gender dan manajemen kasus untuk Paralegal dari 12 desa dan 4 organisasi penyandang disabilitas di Kupang, 12 - 14 Oktober 2021. (POS-KUPANG.COM/NOVEMY LEO)

POSKUPANG.COM, KUPANG - Konsultasi Skripsi Mahasiswi Fakultas Hukum dengan Dosen di Hotel Berujung Pelecehan, Begini AKhirnya.

Arni (21) mahasiswa fakultas hukum salah satu perguruan tinggi di NTT melakukan kosultasi skripsi pada dosennya bernama Max (43), di kampus.

Karena mengetahui Arni adalah mahasiswi yang juga bekerja sebagai PSK maka saat konsultasi skripsi berlangsung, Max mulai meraba-raba tubuh Arni.

Arni berupaya menolaknya namun Max semakin menjadi bahkan mengajaknya untuk melakukan hubungan suami istri. “Kan kamu bisa dipake,” kata Max. Arni yang tidak suka diperlakukan demikian akhirnya pergi meninggalkan Max.

Waktu ujian semakin dekat, sehingga Arni kembali menghubungi Max untuk mengkonsultasikan skripsinya.

Max yang saat itu sedang mengikuti kegiatan di Hotel Bayangan lalu meminta Arni menemuinya disana.

Karena ingin skripsinya bisa selesai, Arni menemui Max di hotel. Sampai disana, Max memberikan kunci kamar hotel kepada Arni dan minta Arni menunggunya di kamar karena dia belum selesai kegiatan.

Beberapa saat kemudian Max masuk ke kamar hotel dan disana Max kembali berupaya melecehkan bahkan ingin memperkosa Arni.

Arni berhasil menggagalkan niat jahat Max dan melarikan diri kemudian langsung mengadukan hal ini kepada paralegal yang dikenalnya yakni Sarci Durama, Jakson Kiki dan Sepri.

Arni meminta paralegal bisa membantu menyelesaikan kasus itu.

Setelah menandatangani surat kuasa, Paralegal minta Arni menceritakan kronologis kejadian dan identitas pelaku.

Arni sepakat menyelesaikan kasus tersebut secara kekeluargaan dan Paralegal menghubungi Max guna mengklarifikasikan kasus itu.

Dalam proses mediasi, Paralegal menjelaskan tentang ancaman pidana dan hukuman yang akan diterima oleh Max yang telah berusaha melakukan pelecehan dan percobaan pemerkosaan terhadap mahasiswinya, Arni.

Akhirnya Max mengakui perbuatannya dan menyatakan sangat menyesal lalu meminta maaf dan membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi hal itu lagi.

Arni akhirnya memaafkan Max dan kasus tersebut diselesaikan secara non litigasi. "Maafkan saya," kata sang dosen disambut tepuk tangan meriah dari puluhan paralegal Konsorsium Timor Adil dan Setara (KTAS) NTT, Kamis (14/10/2021) di Hotel Kristal.

Itu adalah satu dari 6 simulasi penanganan kasus pidana yang dilakukan Paralegal KTAS NTT  dalam kegiatan pelatihan penanganan kekerasan berbasis gender dan manajemen kasus untuk Paralegal dari 12 desa dan 4 organisasi penyandang disabilitas.

Saat itu Arni diperankan oleh Ella parelagal dari Desa Oebelo dan Max diperankan oleh Yane Mone dari Desa Oesena.

Pelatihan selama tiga hari sejak  Selasa hingga Kamis 12 hingga 14 Oktober 2021 itu diikuti oleh Paralegal dari Kabupaten Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara dan Kabupaten Kupang.

Tiga pemateri yakni Arfan, SH dari Kanwil Kementerian Hukum dan HAM dalam materi “Pentingnya Bantuan Hukum dalamPemenuhan Ham, Hak Perempuan dan Hak Anak”;  Veronika Atta, SH, M.Hum dalam materi "Pendampingan Hukum Berprespektif Perempuan, Anak dan Disabilitas” serta Yuni dari Kepolisian Resort Kupang dengan materi  “Peran Kepolisian dalam Penanganan Kasus Perempuan, anak dan Disabilitas”.

Paralegal juga didampingi fasilitator yakni Ansi D Rihi Dara, SH; Charisal Daniel Saduk Manu, STH; Ester Day, SH; Joan P.W.S Riwu Kaho,SH.,MH; Adelaide Ratukore, SH., MIR., MIL; yang memberikan sejumlah teori dan praktek terkait penanganan hukum.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved