Daftar Desa di Kecamatan Semparuk, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat, Indonesia

Daftar Desa di Kecamatan Semparuk, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat, Indonesia.

Editor: Novemyleo
net
lokasi wisata di Provinsi Kalimantan 

POSKUPANGWIKI.COM - Daftar Desa di Kecamatan Semparuk, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat, Indonesia.

Semparuk adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Indonesia.

Berikut Daftar 5 Desa di Kecamatan Semparuk, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat, Indonesia yang dilansir poskupagwiki.com dari laman wikipedia indonesia : 

1. Desa Seburing

2. Desa Semparuk

3. Desa Singaraya

4. Desa Sepinggan

5. Desa Sepadu

PROFIL KABUPATEN SAMBAS

Kabupaten Sambas (Melayu Jawi:كابوڤاتين سمباس, Hanzi: 三發縣 ; Pinyin: Sānfā xiàn, 三發 artinya Sambas dan 縣 yang artinya Kabupaten) adalah salah satu kabupaten di provinsi Kalimantan Barat, Indonesia.

Kabupaten Sambas memiliki luas wilayah 6.395,70 km⊃2; atau 639.570 ha

Sebanyak 4,36 persen dari luas wilayah Provinsi Kalimantan Barat merupakan wilayah Kabupaten yang terletak pada bagian pantai barat paling utara dari wilayah provinsi Kalimantan Barat.

Panjang pantai ± 128,5 km dan panjang perbatasan negara ±97 km.

Kabupaten Sambas yang terbentuk sekarang adalah hasil pemekaran kabupaten pada tahun 2000.

Sebelumnya wilayah Kabupaten Sambas sejak tahun 1960 adalah meliputi juga Kota Singkawang dan Kabupaten Bengkayang sekarang dimana pembentukan Kabupaten Sambas pada tahun 1960 itu adalah berdasarkan bekas wilayah kekuasaan Kesultanan Sambas.

SEJARAH KABUPATEN SAMBAS

Sejarah Kerajaan Sambas berkaitan dengan Kerajaan Majapahit dan Kesultanan Banjar.

Kerajaan Sambas kemudian dilanjutkan oleh Kesultanan Sambas yang asal-usulnya tidak bisa terlepas dari kerajaan di Brunei Darussalam. Antara kedua kerajaan ini mempunyai kaitan persaudaraan yang sangat erat.

Pada zaman dahulu, di Negeri Brunei Darussalam bertahta seorang raja yang bergelar Sri Paduka Sultan Muhammad. Setelah dia wafat, tahta kerajaan diserahkan kepada anak cucunya secara turun temurun. Sampailah pada keturunan yang kesembilan, yaitu Sultan Abdul Djalil Akbar.

Menurut Staatsblad van Nederlandisch Indië tahun 1849, wilayah ini termasuk dalam zuid-ooster-afdeeling berdasarkan Bêsluit van den Minister van Staat, Gouverneur-Generaal van Nederlandsch-Indie, pada 27 Agustus 1849, No. 8.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved