Daftar Kelurahan di Kecamatan Pontianak Barat, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat

Daftar Kelurahan di Kecamatan Pontianak Barat, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, Indonesia.

Editor: Novemyleo
tribun
Komplek Istana Alwatzikoebillah, Kota Sambas, Provinsi Kalimantan Barat 

POSKUPANGWIKI.COM - Daftar Kelurahan di Kecamatan Pontianak Barat, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, Indonesia.

Pontianak Barat adalah kecamatan di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Indonesia.

Kecamatan ini dibentuk berdasarkan SK Gubernur Kalimantan Barat No. 22/Pem.A/1961 tertanggal 8 Agustus 1961 meliputi wilayah yang saat ini merupakan wilayah Kecamatan Pontianak Barat dan Pontianak Kota.

Dengan batas Sungai Jawi, Kecamatan Pontianak Kota kemudian dibentuk sebagai hasil pemekaran berdasarkan Perda Kota Pontianak No. 5 Tahun 2002, menyisakan wilayah Pontianak Barat seperti yang dikenal saat ini.

Berikut Daftar 4 kelurahan di Kecamatan Pontianak Barat, Kota Pontianak Provinsi Kalimantan Barat, Indonesia yang dilansir poskupagwiki.com dari laman wikipedia Indonesia : 

1. Kelurahan Pal Lima

2. Kelurahan Sungai Beliung

3. Kelurahan Sungaijawi Dalam

4. Kelurahan Sungaijawi Luar

PROFIL KOTA PONTIANAK

Kota Pontianak adalah Ibu kota provinsi Kalimantan Barat, Indonesia

Kota Pontianak dikenal sebagai Kota Khatulistiwa karena dilalui garis khatulistiwa.

Di utara Kota Pontianak, tepatnya Siantan, terdapat Tugu Khatulistiwa yang dibangun pada tempat yang dilalui garis khatulistiwa.

Kota Pontianak memiliki beberapa julukan, seperti Kota Khatulistiwa, Kota Seribu Parit dan Pontianak Kota Bersinar.

Kota Pontianak dilalui oleh Sungai Kapuas dan Sungai Landak. Kedua sungai itu diabadikan dalam lambang Kota Pontianak. Kota ini memiliki luas wilayah 107,82 km2, dan penduduk tahun 2021 berjumlah 672.440 jiwa.

Etimologi

Nama Pontianak yang berasal dari bahasa Melayu yang dipercaya ada kaitannya dengan kisah Syarif Abdurrahman yang sering diganggu oleh hantu Kuntilanak ketika dia menyusuri Sungai Kapuas.

Menurut ceritanya, Syarif Abdurrahman terpaksa melepaskan tembakan meriam untuk mengusir hantu itu sekaligus menandakan di mana meriam itu jatuh, maka di sanalah wilayah kesultanannya didirikan.

Peluru meriam itu jatuh di dekat persimpang Sungai Kapuas dan Sungai Landak, yang kini dikenal dengan nama Kampung Beting.

Batas Wilayah

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved