Pernyataan Sikap LBH APIK NTT Kepada Penyidik Polda NTT Terkait Kasus Pembunuhan Ibu Anak

Pernyataan Sikap LBH APIK NTT Kepada Penyidik Polda NTT Terkait Kasus Pembunuhan Ibu Anak

Penulis: Novemyleo
Editor: Novemyleo
ISTIMEWA/POS-KUPANG.COM
Ansy D Rihi Dara, SH, Direktris LBH APIK NTT, peraih Local Heroes Award Tribun Institute tahun 2020 

POSKUPANG.COM - Aparat Polisi diminta transparan dalam menyampaikan perkembangan kasus pembunuhan ibu dan anak di Kupang yang menghebohkan publik belum lama ini. Untuk mencegah banyaknya analisis, opini dan hoax yang tidak pada tempatnya.

Itulah salah satu pernyatan sikap dari LBH APIK NTT yang diterima pos-kupang.com, Jumay (3/12/2021) sore. Peryataan sikap itu ditandatanganioleh irektris LBH APIK NTT, Ansy Damaris Rihi Dara, SH.

Ansy mengatakan, tanggal 30 Oktober 2021, Kota Kupang dihebohkan dengan penemuan mayat ibu dan bayi di lokasi penggalian saluran pipa SPAM Kali Dendeng, kelurahan Penkase Oeleta – Kota Kupang.

Perhatian publik pada kasus ini sedikit terobati dengan diketahuinya identitas korban yakni Astri Evita Suprini Manafe alias Astri (30 tahun) dan anaknya Lael Marcabell alias Lael (1 tahun).

Upaya pengungkapan kasus ini masih menjadi perhatian publik, di lain sisi, aparat hukum (kepolisian) terkesan lambat dalam pengungkapan kasus. "Hal ini dapat dipahami bahwa aparat hukum perlu hati-hati dalam penentuan tersangka, karena dalam hukum terdapat asas praduga tak bersalah dan asas in dubio pro reo atau jika ada keragu-raguan mengenai sesuatu hal haruslah diputuskan hal-hal yang menguntungkan terdakwa," kata Ansy.

Ansi D Rihi Dara, SH, Direktris LBH APIK NTT, peraih Local Heroes Award Tribun Institute tahun 2020 (ISTIMEWA/POS-KUPANG.COM)
Walau demikian, tambah Ansy, aspek kehati-hatian tidak perlu menjadi alasan untuk memperlambat sebuah kasus tindak pidana.

Bersyukur, demikian Ansy, ditengah lambatnya proses hukum, pada hari Kamis, 2 Desember 2021, terduga kasus pembunuhan ini menyerahkan diri ke polisi dan berdasarkan berita di media online (https://www.merdeka.com/peristiwa/mantan-pacar-dan-ayah-biologis-dua-jenazah-di-kupang-serahkan-diri-ke-polisi.html), terduga pembunuhan ibu dan anak, telah mengakui perbuatannya.

Tentu saja penyerahan diri dan pengakuan terduga pelaku pembunuhan merupakan progress yang positif dalam upaya membuat terang sebuah kasus tindak pidana.

Namun perlu dipikirkan aspek-aspek lain yang menjadi motif dibalik penyerahan diri tersebut, mengingat korban masih memiliki hubungan erat dengan terduga yang menyerahkan diri. Berdasarkan liputan media, korban adalah mantan kekasih dan anak biologis terduka pelaku pembunuhan.

Pengungkapan kasus ini perlu dilakukan dengan penggalian dan pencarian bukti yang mendalam agar ditemukan motif dan pelaku yang sesungguhnya berdasarkan alat bukti yang ada.

Sehubungan dengan kasus yang menjadi perhatian publik ini, tambah Ansy, LBH APIK NTT merasa perlu untuk menyatakan sikapnya terhadap kasus tersebut.

Pertama, LBH APIK NTT mengutuk keras pelaku pembunuhan ini, dan meminta kepada aparat penegak hukum untuk mengusut kasus ini secara profesional dan tuntas.

"Kedua, LBH APIK NTT memberikan apresiasi kepada masyarakat atas atensinya pada kasus ini, di mana beberapa anggota masyarakat membentuk tim pencari fakta independent untuk membantu polisi dalam mengungkapkan kasus pembunuhan ini," kata Ansy.

Ketiga, LBH APIK NTT memberikan apresiasi juga atas kepedulian masyarakat yang diwujudkan dalam opini, pendapat dan analisis melalui media sosial seperti Facebook, Twitter, WA dan platformmedia sosial lainnya, namun LBH APIK NTT berharap agar segala pendapat opini dan pernyataan lainnya yang disampaikan dapat dilakukan secara bertanggungjawab dan menghindari hoax, agar tidak menimbulkan polemik, yang pada akhirnya membuat kasus ini menjadi semakin bias.

Keempat, sehubungan dengan banyaknya informasi yang beredar di media sosial yang membingungkan, LBH APIK NTT berharap semua pihak dapat menahan diri dalam memberikan komentar dan opini, sambil menunggu pernyataan resmi dari pihak yang berwewenang.

"Untuk itu pula, LBH APIK NTT berharap agar aparat polisi secara transparan menyampaikan perkembangan kasus pada pihak yang berkompeten maupun memberikan informasi kepada publik untuk mencegah banyaknya analisis, opini dan hoax yang tidak pada tempatnya," tambah Ansy.

Kelima, LBH APIK NTT memberikan apresiasi kepada aparat hukum dalam hal ini Polsek Alak, Polres Kupang Kota dan Polda NTT yang telah melakukan koordinasi untuk mengungkap kasus ini.

Bahkan aparat kepolisian telah beberapa kali melakukan gelar perkara untuk membuat terang kasus pidanaini. Berharap agar aparat kepolisian terus bersikap profesional dan cepat dalam menangani kasus pembunuhan ini yang menyita perhatian publik.

Keenam, LBH APIK NTT akan terus memberikan support kepada aparat polisi agar bertindak profesional terutama dalam menetapkan orang -orang yang disangka melakukan tindak pidana berdasarkan bukti bukti yang kuat.

"LBH APIK NTT berharap aparat polisi tidak berhenti pada pengakuan terduga pembunuhan yang menyerahkan diri, namun perlu secara serius menggali bukti-bukti untuk menemukan, apakah kasus ini dengan tersangka tunggal ataukah ada pihak lain yang turut terlibat dalam kasus tersebut," kata Ansy.

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
2053 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved