3 Mahasiswa Undana Alami Tindak Kekerasan Seksual Rektor Undana Angkat Bicara

Tiga Mahasiswi Undana Alami tindak kekerasan seksual di kampus, Rektor Undana Angkat Bicara

Penulis: Novemyleo
Editor: Novemyleo
POSKUPANGWIKI.COM/ NOVEMY LEO
Talk Show Urgensi Implementasi Permendikbud Ristek Nomor 30 Tahun 2021 Tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan PT. Kegiatan difasilitasi LBH APIK NTT didukung Fakultas Hukum Undana, Justice Makers, Cari Layanan, Kamis (9/12/2021) di Aula vidcom Undana. Empat pembicara yakni Direktris LBH Apik NTT,  Ansy D Rihi Dara, SH,  Rektor Undana,  Dr.  drh.  MUE Sanam,  MSc,  Ketua DPRD NTT,  Emilia Julia Nomleni dan Dekan FH Undana,  Dr.  Renny RM,  SH,  MH. (POS-KUPANG.COM/NOVEMY LEO) 

POSKUPANG.COM - Tiga Mahasiswi mengaku mengalami tindak kekerasan seksual di kampusnya dan hal itu langsung dicurhat dilaporkan kepada Rektor Undana,Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M.Sc.

Rektor Undana Kupang Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M.Sc,  mengatakan, kekerasan seksual di kampus adalah isu yang sudah sangat lama terjadi karena itu Sanam menilai sangat tepat pemerintah mengeluarkan peraturan itu.

“Ada satu, dua, tiga laporan masuk ke inbox saya, yang curhat mahasiswa. Kadang ada yang menyampaikan gambar pada saya. Saya bilang saya tidak main-main dengan kasus kekerasan seksual di kampus,” tegas Sanam saat membuka Talk Show Urgensi Impelmentasi Permendikbud Ristek Nomor 30 Tahun 2021 Tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan PT.

Kegiatan difasilitasi LBH APIK NTT didukung Fakultas Hukum Undana, Justice Makers, Cari Layanan, Kamis (9/12/2021) di Aula vidcom Undana. Empat pembicara yakni Direktris LBH Apik NTT,  Ansy D Rihi Dara, SH,  Rektor Undana,  Dr.  drh.  MUE Sanam,  MSc,  Ketua DPRD NTT,  Emilia Julia Nomleni dan Dekan FH Undana,  Dr.  Renny RM,  SH,  MH.

Sanam juga menerima laporan mahasiswa diintimidasi dosen. “Ada dibuat vidoenya ada di saya. Saya sudah laporkan ke pimpinan fakultas tapi mungkin mereka masih enggan memproses. Tapi sekarang saya jadi rektor, saya akan mengeksekusinya. Ini harus dibuat dalam peraturan rektor bagaimana pencegahan dan penanganan dan penerapan saksi hukumnya seperti apa,” kata Sanam.

Menurut Sanam, dunia pendidikan justru harus menjadi lokomotif  utama untuk mengajarkan tentang martabat peradaban.

“Sebagai dosen saya lebih sebut sebagai guru oleh sebab itu kita seharusnya jadi roll model jangan sampai dosen, guru pendidik menjadi pelaku utama kekerasan seksual di kampus. Ini satu aspek yang sama sekali sungguh tidak bermartabat,” kata Sanam.

Sekjen Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), Ir. Suharti, MA., Ph. D mengalungkan gordon kepada Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M. Sc usai dilanik menjadi Rektor Undana periode 2021-2025 di Graha Utama Kemendikbudristek Jakarta, Senin 6 Desember 2021. (Dokumentasi Humas Undana)
Sanam menambahkan, dia juga mendengar ada kasus kekerasan seksual di sebuah universitas dilakukan oleh prodi lalu dilanjutkan dosen dengan total korban 8 mahasiswi.

“Kita di NTT Undana bisa saja fenomena seperti itu terjadi, saya kira keberadaan permendikbudristek menjadi dasar hukum yang jelas bagi Undana untuk mengambil sikap yang tegas dalam mengatasi persoalan kekerasan seksual di lingkungan PT,” tegas Sanam yang menyambut baik Permendikbudristek Nomor 30 tahun 2021.

Minggu lalu, Undana bersama 21 universitas di Indonesia dalam lingkraan pembinaan UGM mengikuti pertemuan nasional tentang konsep health promoting universities. Bagaimana mengiplementasikan kampus yang berbasis promosi kesehatan.

“Definisi kesehatan yang digunakan adalah definisi menurut WHO yakni kesehatan secara menyeluruh fisik, mental dan sosial. ADa 8 item yang menjadi focus, salah satunya terkait zero tolerans terhadap kekerasan seksual di lingkungan PT,” jelas Sanam.

Karenanya Sanam langsung bertekad membentuk task force atau gugus tugas untuk segera mengimplementasikan Permendikbudristek dimaksud. Dalam program kedepan misi Undana bagaimana menghasilkan lulusan PT yang tidak hanya memiliki kemampuan pada aspek kognitif dan psikomotorik  terkait pengetahuan dan ketrampilan tapi satu hal yang teramat penting soal soft skill atau keperibadian karakter.

Talk Show Urgensi Implementasi Permendikbud Ristek Nomor 30 Tahun 2021 Tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan PT. Kegiatan difasilitasi LBH APIK NTT didukung Fakultas Hukum Undana, Justice Makers, Cari Layanan, Kamis (9/12/2021) di Aula vidcom Undana. Empat pembicara yakni Direktris LBH Apik NTT,  Ansy D Rihi Dara, SH,  Rektor Undana,  Dr.  drh.  MUE Sanam,  MSc,  Ketua DPRD NTT,  Emilia Julia Nomleni dan Dekan FH Undana,  Dr.  Renny RM,  SH,  MH. (POS-KUPANG.COM/NOVEMY LEO)
Talk Show Urgensi Implementasi Permendikbud Ristek Nomor 30 Tahun 2021 Tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan PT. Kegiatan difasilitasi LBH APIK NTT didukung Fakultas Hukum Undana, Justice Makers, Cari Layanan, Kamis (9/12/2021) di Aula vidcom Undana. Empat pembicara yakni Direktris LBH Apik NTT,  Ansy D Rihi Dara, SH,  Rektor Undana,  Dr.  drh.  MUE Sanam,  MSc,  Ketua DPRD NTT,  Emilia Julia Nomleni dan Dekan FH Undana,  Dr.  Renny RM,  SH,  MH. (POS-KUPANG.COM/NOVEMY LEO) (POSKUPANGWIKI.COM/ NOVEMY LEO)

“Percuma menghasilkan orang dengan pengetahuan yang luar biasa, dengan indicator Indeks Prestasi Kumulatif   4,0 tapi karakternya bermasalah, terlibat dalam Bullying, label tertentu atau melakukan tindak kekerasan seksual.

“Permendikbudristek ini ada 21 bentuk kekerasan seksual. Karena itu tidak boleh ada lulusan Undana yang melakuan hal itu. Baik di kalangan mahasiswa tidak boleh ada dosen dan tenaga pendidikan terlibat dalam bentuk kekerasan seksual. Hari ini saya mengklaim Rektor Undana anti pada tindak kekerasan seksual di Kampus, hukuman sudah jelas,” kata Sanam.

Sanski yang akan dikenakan bagi dosen tenaga pendidik yang terlibat dalam tindakan itu yakni disiplin bagi PNS dan hal itu termasuk pelanggaran berat.

“Gugus tugas segera dibentuk, Dekan Fakultas Hukum  silahkan kolabroasi dengan lembaga terkait karena ini menyangkut aspek pencegahan dan penanganannya. Dan bagaimana bisa mendorong korban untuk tidak takut melapor,” kata Sanam.

Gugus tugas juga akan menyediakan chanel, web dan memastikan perlindungan terhadap korban. Jangan sampai korban mengalami intimidasi atau dirugikan secara administrasi.

“Di beberapa PT orang yang lapor dianggap mencemarkan nama baik. Saat melapor dia mengalami intimidasi atau bahkan dihalangi secara administrasi, skripsi dipending. Saya tegaskan, di Undana tidak akan terjadi hal demikian,” tegas Sanam.

Sanam mengatakan, pihaknya juga akan memberikan kebebasan kepada mahasiswa untuk menjadi kreatif dan inovatif. Dan kreatifitas dan inovasi mahasiswa hanya bisa lahir dar atmosfir pembelajaran yang memberikan rasa aman, nyaman dan inspirasi.

Empat pembicara yakni Direktris LBH Apik NTT,  Ansy D Rihi Dara, SH,  Rektor Undana,  Dr.  drh.  MUE Sanam,  MSc,  Ketua DPRD NTT,  Emilia Julia Nomleni dan Dekan FH Undana,  Dr.  Renny RM,  SH,  MH dalam Talk Show Urgensi Implementasi Permendikbud Ristek Nomor 30 Tahun 2021 Tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan PT, Kamis (9/12/2021) di Aula vidcom Undana (POS-KUPANG.COM/NOVEMY LEO)
Empat pembicara yakni Direktris LBH Apik NTT,  Ansy D Rihi Dara, SH,  Rektor Undana,  Dr.  drh.  MUE Sanam,  MSc,  Ketua DPRD NTT,  Emilia Julia Nomleni dan Dekan FH Undana,  Dr.  Renny RM,  SH,  MH dalam Talk Show Urgensi Implementasi Permendikbud Ristek Nomor 30 Tahun 2021 Tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan PT, Kamis (9/12/2021) di Aula vidcom Undana (POS-KUPANG.COM/NOVEMY LEO) (POSKUPANGWIKI.COM/ NOVEMY LEO)

“Kalau ada intimidasi dan kekerasan maka tidak akan pernah melahirkan kreatifitas dan inovasi bagi mahasiswa.

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
2084 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved