Cerita Rakyat NTT

Cerita Rakyat NTT : Danau Ranoria Ende, Angker dan ada Belut Raksana  

Cerita Rakyat NTT Danau Ranoria Ende, Angker dan Ada Belut Raksana, Begini Kisahnya.  

tribun
ilustrasi Danau 

Kemudian ditumbuk untuk dimakannya. Tetapi nenek itu tidak dapat menumbuk jagung.

Ia memanggil cucu-cucunya untuk menumbuk jagung itu tetapi mereka tidak datang.

Dipanggilnya lagi sampai tiga kali tetapi mereka tetap tidak datang juga.

Lalu bangunlah Nenek Rande Runga dari tempat ia menumbuk jagung dan berjalan perlahan-lahan menuju pondok tempat tinggalnya.

Ia masuk untuk mengenakan pakaian baru, lawo/ lambu. Pakaian yang compang camping ia lepas, lalu memakai pakaian yang baru.

Pakaian baru itu antara lain: sarung baru, baju baru, gelang kaki, rampai emas (Londa Mori) digantung di lehernya sedang kedua telinga dikenakan emas murni.

Rambutnya disisir dengan sisir yang dibuat dari bambu yang biasanya disebut Gega. (banyak terpotong ceritanya).

Dan kini Ranoria pun masih ada.

Di dalam danau itu ada air yang cukup jernih dan berlumpur, cukup dalam.

Baik manusia maupun hewan tidak boleh menginjak karena akan tenggelam.

Kini tempat itu menjadi angker, boleh mandi tetapi hanya dipinggir dan harus berhati-hati karena di dalamnya ada belut yang besar. (poskupangwiki.com, novemy leo/*)

Dilansir poskupangwiki.com dari buku Himpunan Cerita Rakyat NTT Seri I yang dibuat oleh Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Arkelogi Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional Provinsi NTT, Tahun 2004.

Ikuti kami di
Penulis: Novemyleo
Editor: Novemyleo
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved